Skip navigation

Monthly Archives: Februari 2009


Tugas besar Pemrograman Internet kali ini adalah untuk menyusun sebuah situs mirip jejaring sosial yang berisi profil-profil diri dari anggota kelompok yang terkait satu sama lain menggunakan hyperlink. Salah satu poin yang gw propose di spesifikasi tugas besar tersebut adalah Web Standard compliance.

Apa sih itu Web Standard? Web Standard adalah sebuah teknologi atau spesifikasi yang telah disusun untuk membuat atau menginterpretasikan konten berbasis web. Standar-standar ini didefinisikan terutama oleh World Wide Web Consortium. Setiap pengembang web seharusnya mengikuti standar yang telah ditetapkan tersebut. Dan untungnya Pak Riza, dosen yang bersangkutan, sangat setuju dengan adanya spesifikasi tersebut.

Kenapa sih harus ikut Web Standard?

Read More »


Hari ini lagi butuh paket software buat server Xubuntu gw yang di Divusi, tapi mau konek ke situs luar rada lama. Untungnya gw masih punya ISO DVD Repository Ubuntu yang versi Intrepid Ibex. Caranya gampang mau setting repository.

Pertama-tama kopi semua ISOnya ke sebuah folder, katakanlah “/tmp/iso”.

$sudo cp /path/ke/folder/ubuntu-8.10-repository-i386-1_contrib.iso /tmp/iso
$sudo cp /path/ke/folder/ubuntu-8.10-repository-i386-2_contrib.iso /tmp/iso
$sudo cp /path/ke/folder/ubuntu-8.10-repository-i386-3_contrib.iso /tmp/iso
$sudo cp /path/ke/folder/ubuntu-8.10-repository-i386-4_contrib.iso /tmp/iso
$sudo cp /path/ke/folder/ubuntu-8.10-repository-i386-5_contrib.iso /tmp/iso
$sudo cp /path/ke/folder/ubuntu-8.10-repository-i386-6_contrib.iso /tmp/iso

Kemudian buat sebuah folder tempat repositorynya, katakanlah di “/tmp/repo”

$sudo mkdir /tmp/repo/intrepid-1
$sudo mkdir /tmp/repo/intrepid-2
$sudo mkdir /tmp/repo/intrepid-3
$sudo mkdir /tmp/repo/intrepid-4
$sudo mkdir /tmp/repo/intrepid-5
$sudo mkdir /tmp/repo/intrepid-6

Lalu kita mount semua ISOnya ke folder-folder tersebut

$sudo mount -o loop -t iso9660 /tmp/iso/ubuntu-8.10-repository-i386-1_contrib.iso /tmp/repo/intrepid-1
$sudo mount -o loop -t iso9660 /tmp/iso/ubuntu-8.10-repository-i386-2_contrib.iso /tmp/repo/intrepid-2
$sudo mount -o loop -t iso9660 /tmp/iso/ubuntu-8.10-repository-i386-3_contrib.iso /tmp/repo/intrepid-3
$sudo mount -o loop -t iso9660 /tmp/iso/ubuntu-8.10-repository-i386-4_contrib.iso /tmp/repo/intrepid-4
$sudo mount -o loop -t iso9660 /tmp/iso/ubuntu-8.10-repository-i386-5_contrib.iso /tmp/repo/intrepid-5
$sudo mount -o loop -t iso9660 /tmp/iso/ubuntu-8.10-repository-i386-6_contrib.iso /tmp/repo/intrepid-6

Setelah itu kita edit file “/etc/apt/sources.list/”. Ditambahkan di paling akhir

deb file:///tmp/repo/intrepid-1 intrepid main restricted
deb file:///tmp/repo/intrepid-2 intrepid main multiverse restricted
deb file:///tmp/repo/intrepid-3 intrepid universe
deb file:///tmp/repo/intrepid-4 intrepid universe
deb file:///tmp/repo/intrepid-5 intrepid universe
deb file:///tmp/repo/intrepid-6 intrepid universe

Terakhir kita eksekusi

$sudo apt-get update

Jadi deh 🙂


Diambil dari artikel lama di blog

Tugas IF3292 Pemrograman Internet disuruh bikin yang beginian
SCP
Dari semua tugas sebelumnya

  1. HTML Editor with DHTML
  2. Simple CMS with PHP
  3. Web Chess with AJAX

yang paling menarik yet paling susah yang ini……
disuruh bikin protokol sendiri….

tapi sebenarnya kalau dipikir-pikir konsepnya gak terlalu susah…. teknologinya aja yang ribet….

jadi intinya disuruh ngebikin program SCP-like dengan menggunakan socket programming di Linux…..
fungsinya cuman 2 : buat ngopi dan mindahin folder/file dari satu host ke host yang lain…
Read More »


Kohana adalah salah satu dari banyak sekali framework PHP. Sebenarnya Kohana adalah framework yang diturunkan dari Code Igniter, framework terpopuler di dunia dan diakui sebagai framework PHP yang memiliki kecepatan paling tinggi.

Sama seperti framework lainnya dan mengikuti framework orang tuanya, Kohana didesain untuk pengembangan dengan desain MVC (Modeller-Viewer-Controller). Perbedaannya dengan Code Igniter adalah Kohana sudah memiliki implementasi ORM (Object-Relational-Mapping) yakni langsung dapat memetakan sebuah class terhadap database. Pemetaan ini dipengaruhi oleh pengguna fitur ORM paling terkenal di dunia, Ruby on Rails dengan Active Recordsnya.

Sama halnya dengan Ruby on Rails, penggunaan ORM ditekankan pada Convention over Configuration, yakni pengembang harus mematuhi konvensi-konvensi dasar yang sudah ditetapkan oleh Kohana untuk dapat menggunakan ORM.

Dengan tetap mempertahankan kecepatan dari Code Igniter, Kohana memiliki beberapa kelebihan lain, yakni cascading resource structure. Model ini memudahkan pengembang untuk mengembangkan modul-modul pada Kohana. Selain itu, Kohana juga memiliki library dasar yang diambil dari Code Igniter.

Akan tetapi Kohana masih memiliki banyak kekurangan terlebih lagi karena masih banyak fitur-fitur dari Ruby on Rails yang belum diimplementasikan pada Kohana. Kekurangan lain adalah Kohana masih belum memiliki scaffolding terintegrasi sehingga agak sedikit merepotkan. Selain itu, sebagai framework yang sedang berkembang pesat, perkembangan ini tidak diikuti oleh dokumentasi yang up to date, karena banyak sekali penambahan fitur-fitur pada setiap versinya.

%d blogger menyukai ini: