Skip navigation

Monthly Archives: April 2009


Kadang-kadang untuk melakukan pengembangan aplikasi yang berjalan pada jaringan, agak menyulitkan ketika kita tidak memiliki jaringan yang sesungguhnya. Kalau untuk pengembangan aplikasi web sebenarnya tidak terlalu penting memerlukan lebih dari 1 IP. Untuk mensimulasikan session pun cukup dengan melakukan instalasi 2 atau lebih browser. Sedangkan kalau ingin melakukan pengambangan aplikasi menggunakan socket biasanya harus mempunyai lebih dari 2 IP (atau 2 mesin lah).

Tapi dengan menggunakan VirtualBox, kita dapat membuat simulasi sebuah jaringan.

Kali ini saya sedang eksplorasi bagaimana melakukannya. Di VirtualBox ini saya mempunyai 2 buah OS yakni Ubuntu dan XP. Saya ingin mencoba agar Ubuntu dan XP ini dapat berada dalam 1 jaringan yang sama.

Read More »

Iklan

Pada pemrograman dalam PHP, pengaturan login sebuah user biasanya dilakukan pada sessioning. Dalam pemrograman web berbasis Java, server pun menyediakan mekanisme session untuk menyimpan data user pada tiap session. Berikut adalah contoh penanganan login pada servlet.

Yang perlu diperhatikan adalah di mana letak penanganan databasenya dan pengecekan login. Pada pemrograman PHP dengan paradigma prosedural biasanya programmer meletakkan sebuah fungsi untuk login yang menyatukan user dengan session karena session adalah sebuah global variable. Pada Java, session didapatkan dari invokasi dari instans sebuah servlet karena setiap request ditangani oleh sebuah servlet instance. Selain itu biasanya beberapa melakukan koneksi database pada method di servlet dan melakukan pengecekan langsung dengan query ke database

"SELECT (COUNT*) FROM users WHERE username = 'username' AND password = 'password' LIMIT 1";

Read More »


Singleton adalah sebuah pattern yang membatasi penggunakan class menjadi sebuah instance saja pada sebuah aplikasi. Biasanya ada sebuah class pada aplikasi yang pada desain hanya dibutuhkan sekali. Pembatasan ini sebenarnya bisa dibuat sebagai sebuah global static object. Tapi kadang penggunaan singleton ini lebih menyenangkan karena global state sering membingungkan apalagi ketika kita memasukkan sebuah komponen yang menggunakan sebuah kelas yang dibatasi oleh sebuah obyek ke dalam aplikasi lain (namespacing).

Read More »


Kalau dulu pernah gw tulis mengenai cara menggunakan MySQL C API pada Netbeans C/C++, maka sekarang pengen nulis tentang melakukan koneksi MySQL pada Servlet. Pada dasarnya menggunakan koneksi MySQL pada pemrograman web berbasis Java tidak berbeda dengan melakukan koneksi MySQL pada pemrograman aplikasi desktop biasa. Untuk melakukan koneksi dari Java, MySQL menyediakan sebuah library bernama Connector/J.

Read More »


Selain sebagai IDE pemrograman, Netbeans mempunyai fasilitas untuk melakukan manajemen basis data. Pada Netbeans 6.5.1, kita diberikan opsi untuk melakukan instalasi Glassfish sebagai web server untuk Java EE. Salah satu keuntungan penggunaan Glassfish adalah fitur Java DB yang sudah terintegrasi di dalam Glassfish. Netbeans memberikan fitur untuk melakukan manajemen web server dan DBMS tersebut secara terintegrasi.

Meski demikian, dengan menggunakan Netbeans kita juga dapat melakukan manajemen web server dan DBMS yang telah terinstal sebelumnya. Kali ini akan diberikan contoh manajemen DBMS MySQL yang sudah terinstal pada paket XAMPP.

Read More »


Seperti yang disebutkan pada post sebelumnya, salah satu implementasi pola MVC pada web berbasis Java adalah dengan menggunakan servlet sebagai controller dan JSP sebagai viewer.

Ada dua buah cara yang sering digunakan untuk implementasi tersebut.

Yang pertama adalah dengan menggunakan sendRedirect.

Misalkan kita mempunyai 2 buah halaman JSP bernama page1.jsp dan page2.jsp serta sebuah servlet bernama Servlet1.

Dengan menggunakan sendRedirect kita menspesifikasikan page yang akan diredirect dari servlet Servlet1. Pada method doGet kita tambahkan.

    @Override
    protected void doGet(HttpServletRequest request, HttpServletResponse response)
    throws ServletException, IOException {
        request.setAttribute("test1", "test");
        response.sendRedirect("page1.jsp");
    }

Pada kode diatas kita mengisikan string “test” pada attribut “test1” pada request.

Read More »


Sedikit tutorial bagaimana memulai pemrograman web berbasis Java EE dengan menggunakan IDE Netbeans.

Read More »


Di dalam pemrograman web menggunakan JSP dan Servlet terdapat 2 macam design pattern untuk implementasi pola Modeller-Viewerer-Controller.

MVC 1 : Page-centric architecture

Di dalam arsitektur ini, sebenarnya tidak ada perbedaan antara Viewer dengan Controller karena keduanya ditangani oleh sebuah file JSP yang sama. Hal ini dapat dilakukan karena pada dasarnya sebuah file JSP adalah sebuah servlet. Oleh karena itu JSP memiliki atribut-atribut yang sama dengan sebuah Servlet dan memiliki banyak kemudahan. Model diimplementasikan dengan bentuk Javabean. Arsitektur ini nantinya akan sangat mirip dengan jika kita melakukan pengembangan pada bahasa PHP.

mvc1

MVC 2 : Servlet-centric architecture

Pada arsitektur ini sebuah servlet bertugas untuk menerima request dari web browser kemudian melakukan pemrosesan model berdasarkan request tersebut. Setelah itu servlet akan meminta file JSP untuk menangani tampilan dari data-data. Dengan arsitektur ini kita dapat melakukan pengembangan seperti layaknya kita melakukan pengembangan pada aplikasi Java seperti biasanya. JSP digunakan hanya untuk memudahkan desain tampilan.

mvc2



Titipan pengumuman

jrp


Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, servlet mempunyai kelebihan statefulnya. Kemudian untuk membedakan object yang dipakai oleh user-user yang berbeda-beda, layaknya pemrograman web yang lain, teknologi servlet juga memberikan fasilitas session.

Ini ada contoh aplikasi web yang gw bikin buat memberikan gambaran buat peserta kuliah progin kemaren. Bisa diambil di sini (jangan lupa rename ekstensi ke zip). Buka dengan Netbeans 6.5.

%d blogger menyukai ini: