Skip navigation

Monthly Archives: April 2010


Mungkin gw udah cerita di beberapa post lalu kalau pada semester ini gw mengambil mata kuliah Sistem Rekognisi. Permasalahan yang dihadapi kali ini adalah bagaimana menipiskan ketebalan sebuah gambar pada karakter yang ingin direkognisi. Penipisan ini dilakukan untuk mengambil fitur-fitur penting dari karakter tersebut. Algoritma ini disebut thinning. Keterangan lebih lanjut bisa dibaca di sini.

Algoritma yang gw gunakan di sini adalah algoritma yang dikemukakan oleh Zhang-Suen dalam paper mereka yang berjudul “A Fast Parallel Algorithm For Thinning Digital Pattern“. Read More »

Iklan

Satu hal yang buat gw menyebalkan adalah membuat sebuah JFrame dengan tampilan yang mewah penuh warna-warni, rupa, bentuk, dan gambar tapi mudah digunakan untuk resolusi layar ataupun ukuran JFrame yang fleksibel. Salah satu solusi yang gw gunakan adalah dengan menggunakan SVG. SVG adalah format grafik vektor yang diimplementasikan dengan menggunakan XML. Karena itu SVG mudah digunakan baik dalam penampilan maupun dalam manipulasi gambar yang ditampilkan. Read More »


Kemarin saya dijebak diminta untuk mengisi pelatihan Java untuk OSUM UPI. Saya membawa sesi terakhir dari 6 sesi pelatihan. Pelatihan ini diadakan setiap Sabtu selama 3 minggu di mana setiap hari terdapat 2 sesi. Pelatihan ini ditujukan bagi mahasiswa UPI dan untuk tingkat pemula. Awalnya saya dijebak diminta untuk mengisi materi Netbeans Platform. Tapi agaknya terlalu jauh melompat tingkatnya. Akhirnya saya menawarkan mengisi materi konkurensi di Java.

Materi yang saya bawakan adalah pengantar konkurensi. Saya mengenalkan tentang Thread dan fitur-fitur manajemen Thread yang disediakan oleh Java seperti sleep, interrupt, join, dan wait (yang terakhir ditambahkan di detik-detik terakhir). Selain itu saya juga mengenalkan metode untuk sinkronisasi antar Thread. Dan terakhir saya menyinggung sedikit mengenai Timer.

Modul pelatihan dan slide presentasi dapat dilihat di bawah.

Read More »


Gw disuruh membantu pengelolaan situs untuk konferensi yang diadakan oleh kelompok keahlian di program studi gw. Oleh dosen yang meminta bantuan, gw dikenalkan oleh sebuah sistem pengelolaan informasi konferensi bernama Open Conference System. Sistem ini adalah satu dari banyak subproyek  Public Knowledge Project. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas riset dari segi bantuan pengelolaan di bidang akademik: publikasi makalah, pengelolaan konferensi, dan lain-lain.

OCS memiliki fungsi lengkap yang dibutuhkan dalam pengelolaan sebuah konferensi. Fungsi ini mulai dari registrasi peserta pemakalah maupun peserta biasa, pengumpulan makalah, penjadwalan pengumpulan, pembayaran registrasi, manajemen informasi konferensi, dan lain-lain. Selain itu sebuah sistem OCS dapat digunakan untuk beberapa konferensi dan beberapa acara dari konferensi tersebut. Misalnya, OCS dapat melakukan manajemen konferensi biologi dan konferensi informatika yang diadakan oleh sebuah universitas dan melakukan manajemen acara tahunan untuk kedua konferensi tersebut.

OCS ini berada dalam lisensi GPL. Selain itu sistem ini juga mendukung pembuatan tema, bahasa, dan plugin karena arsitekturnya yang sangat modular. Sebagai contoh, saya telah menambahkan tema situs www.itb.ac.id dan sedang melakukan translasi ke bahasa Indonesia untuk konferensi yang saya ceritakan di atas.


Untuk pengguna Linux atau UNIX pasti familiar dengan penggunaan options pada aplikasi berbasis CLI (command line interface). CLI options atau CLI parameter adalah sebuah mekanisme untuk memasukkan variabel ke dalam aplikasi tersebut.
Contohnya untuk di Linux atau UNIX

t76010@server42411:~$ ls --help
Usage: ls [OPTION]... [FILE]...
List information about the FILEs (the current directory by default).
Sort entries alphabetically if none of -cftuvSUX nor --sort.

Mandatory arguments to long options are mandatory for short options too.
  -a, --all                  do not ignore entries starting with .
  -A, --almost-all           do not list implied . and ..
      --author               with -l, print the author of each file
  -b, --escape               print octal escapes for nongraphic characters
      --block-size=SIZE      use SIZE-byte blocks
  -B, --ignore-backups       do not list implied entries ending with ~
  -c                         with -lt: sort by, and show, ctime (time of last
                               modification of file status information)
                               with -l: show ctime and sort by name
                               otherwise: sort by ctime

Sedangkan di Windows pun ada format parameter yang berbeda (seringkali disebut switch) untuk command pada MS-DOS

Displays a list of files and subdirectories in a directory.

DIR [drive:][path][filename] [/A[[:]attributes]] [/B] [/C] [/D] [/L] [/N] [/O[[:]sortorder]] [/P] [/Q] [/S] [/T[[:]timefield]] [/W] [/X] [/4]
[drive:][path][filename]	Specifies drive, directory, and/or files to list.
attributes	

D  Directories                R  Read-only files
H  Hidden files               A  Files ready for archiving
S  System files               -  Prefix meaning not

/B	Uses bare format (no heading information or summary).
/C	Display the thousand separator in file sizes. This is the default. Use /-C to disable display of separator.
/D	Same as wide but files are list sorted by column.
/L	Uses lowercase.

Setiap bahasa pemrograman memiliki fitur parameter untuk memfasilitasi passing variabel ke dalam program. Akan tetapi umumnya bahasa tidak langsung menyediakan format passing variabel seperti di atas yakni melakukan passing variabel secara terstruktur.

Read More »

%d blogger menyukai ini: