Skip navigation


Ketika sedang membaca buku “Introduction to the Design & Analysis of Algorithms” karya Anany Levitin, saya merasa terinspirasi pada sebuah paragraf di bagian epilog yang membahas tentang algoritma paralel. Bertentangan dengan seisi buku tersebut yang membahas tentang algoritma sekuensial, bagian ini membahas mengenai kemajuan jaman yang telah menciptakan sebuah teknologi yang memungkinan sebuah proses komputasi bisa dibagi-bagi ke dalam beberapa subproses. Hasil dari sub-subproses ini nantinya akan digunakan untuk membangun hasil untuk proses keseluruhan.

Di paragraf tersebut diberikan contoh penjumlahan sebuah array A[1..n]. Dengan menggunakan algoritma sekuensial, penjumlahan ini akan menggunakan sebanyak n-1 operasi dasar penjumlahan. Sementara jika penjumlahan dilakukan dengan memasangkan tiap-tiap dua bilangan A[1] dan A[2], A[3] dan A[4], dan seterusnya kemudian menjumlahkannya secara paralel, maka langkah yang dilakukan hanya sebanyak \lceil{log_2 n}\rceil

Meski demikian banyak sekali tantangan yang harus dihadapi dalam melakukan komputasi paralel. Tantangan ini mulai dari algoritma, dependensi data, sinkronisasi, dan terutama dalam perangkat keras.

Dari beberapa pengalaman kecil, bisa saya katakan bahwa kendala perangkat keras adalah yang tersulit di antaranya. Sekarang ini banyak sekali perangkat keras yang sudah mendukung pemrosesan paralel, mulai dari yang paling prosesor multicore, graphical processing unit (yang sedang saya pelajari), hingga grid computing. Suatu algoritma sekuensial dapat dibandingkan satu sama lain dengan menggunakan pendekatan empiris pada mesin yang sama (meski kadang-kadang kita bisa menemukan beberapa ‘hal mistis’ yang terkait affinity). Tapi tidak sebaliknya dengan algoritma paralel yang jauh lebih kompleks daripada algoritma sekuensial yang bahkan implementasi dari satu mesin dengan mesin yang lain bisa sangat jauh berbeda.

Meski demikian, perkembangan pemrosesan paralel jauh menarik daripada pemrosesan tunggal. Jika kita lihat perkembangan clock speed komputer yang berkembang sangat perlahan, kita melihat sebuah booming pada perkembangan prosesor-prosesor paralel. Beberapa waktu belakangan ini saya sendiri melihat perkembangan yang sangat pesat dalam graphical processing unit yang konon diklaim lebih cepat daripada hukum Moore.

Di atas adalah sedikit pendapat pribadi mengenai komputasi paralel. Untuk beberapa waktu yang akan datang, saya juga akan menulis beberapa hal terkait hal ini.

Introduction to the Design & Analysis of Algorithms”Introduction to the Design & Analysis of Algorithms

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: