Skip navigation

Tag Archives: apache


Saya sangat senang menggunakan XAMPP baik itu di Windows maupun Linux karena instalasi yang sangat simpel. Apalagi jika digunakan di Linux, kita tidak perlu pusing-pusing menjalankan perintah-perintah instalasi (apalagi juga mengcompile source code). Cukup download paket programnya, kemudian extract di direktori yang diinginkan.

Hanya saja belakangan saya membutuhkan memcached untuk instalasi XAMPP di komputer saya untuk mengetes aplikasi web saya yang menggunakan memcached. Sebenarnya bisa tinggal instalasi php extension untuk memcached dari PECL.

$/opt/lampp/bin/pecl install memcache

Masalahnya ini tidak bisa langsung dilakukan karena ada perbedaan arsitektur antara XAMPP dengan komputer saya. XAMPP for Linux (atau sering disebut LAMPP) yang saya instal menggunakan arsitektur 32 bit (sepertinya memang hanya disediakan yang 32 bit) sementara komputer saya menggunakan Ubuntu 64bit. Meskipun berhasil diinstal tetapi nanti tidak bisa dijalankan.

Read More »

Iklan

Menginstall PHPUnit di XAMPP sebenarnya tidak terlalu susah dan langkah-langkahnya sudah ada di sini. Tapi, daripada saya lupa, lebih baik saya taruh di sini.

Pertama-tama, buka command prompt dan pergi ke folder php di XAMPP. Contohnya C:\xampp\php. Dari sana, eksekusi beberapa perintah untuk menambahkan source untuk instalasi paket PEAR. PEAR itu kumpulan paket-paket library yang berguna untuk pemrograman PHP. Modelnya sangat mirip dengan Debian atau Yum. Oke, perintahnya adalah sebagai berikut

pear channel-discover pear.phpunit.de
pear channel-discover components.ez.no
pear channel-discover pear.symfony-project.com

Kalau misalnya ada pesan kesalahan bahwa tidak bisa menulis php.ini yang ada di folder Windows, cukup tambah environment variable “PHP_PEAR_SYSCONF_DIR” dengan nilai “C:\xampp\php“.

Setelah itu tinggal eksekusi

pear install phpunit/PHPUnit

Selesai. Coba ekseksusi perintah `phpunit` untuk melihat apakah instalasi berhasil. 🙂


Satu hal yang buat gw menyebalkan adalah membuat sebuah JFrame dengan tampilan yang mewah penuh warna-warni, rupa, bentuk, dan gambar tapi mudah digunakan untuk resolusi layar ataupun ukuran JFrame yang fleksibel. Salah satu solusi yang gw gunakan adalah dengan menggunakan SVG. SVG adalah format grafik vektor yang diimplementasikan dengan menggunakan XML. Karena itu SVG mudah digunakan baik dalam penampilan maupun dalam manipulasi gambar yang ditampilkan. Read More »


Untuk pengguna Linux atau UNIX pasti familiar dengan penggunaan options pada aplikasi berbasis CLI (command line interface). CLI options atau CLI parameter adalah sebuah mekanisme untuk memasukkan variabel ke dalam aplikasi tersebut.
Contohnya untuk di Linux atau UNIX

t76010@server42411:~$ ls --help
Usage: ls [OPTION]... [FILE]...
List information about the FILEs (the current directory by default).
Sort entries alphabetically if none of -cftuvSUX nor --sort.

Mandatory arguments to long options are mandatory for short options too.
  -a, --all                  do not ignore entries starting with .
  -A, --almost-all           do not list implied . and ..
      --author               with -l, print the author of each file
  -b, --escape               print octal escapes for nongraphic characters
      --block-size=SIZE      use SIZE-byte blocks
  -B, --ignore-backups       do not list implied entries ending with ~
  -c                         with -lt: sort by, and show, ctime (time of last
                               modification of file status information)
                               with -l: show ctime and sort by name
                               otherwise: sort by ctime

Sedangkan di Windows pun ada format parameter yang berbeda (seringkali disebut switch) untuk command pada MS-DOS

Displays a list of files and subdirectories in a directory.

DIR [drive:][path][filename] [/A[[:]attributes]] [/B] [/C] [/D] [/L] [/N] [/O[[:]sortorder]] [/P] [/Q] [/S] [/T[[:]timefield]] [/W] [/X] [/4]
[drive:][path][filename]	Specifies drive, directory, and/or files to list.
attributes	

D  Directories                R  Read-only files
H  Hidden files               A  Files ready for archiving
S  System files               -  Prefix meaning not

/B	Uses bare format (no heading information or summary).
/C	Display the thousand separator in file sizes. This is the default. Use /-C to disable display of separator.
/D	Same as wide but files are list sorted by column.
/L	Uses lowercase.

Setiap bahasa pemrograman memiliki fitur parameter untuk memfasilitasi passing variabel ke dalam program. Akan tetapi umumnya bahasa tidak langsung menyediakan format passing variabel seperti di atas yakni melakukan passing variabel secara terstruktur.

Read More »


Got a very nice tutorial here

%d blogger menyukai ini: