Skip navigation

Tag Archives: kohana


Berbeda dengan Ruby on Rails maupun Zend, Kohana 2.3 tidak memiliki konvensi penaruhan file view. Di beberapa proyek yang menggunakan Kohana, saya mengedit sendiri class Template_Controller di Kohana sehingga bisa membuat file Viewnya lebih bisa diotomatisasi. Rekan saya yang saya ceritakan di postingan sebelumnya mencoba menjelaskan cara otomatisasi tersebut. Artikelnya bisa dilihat di sini.


Kohana adalah salah satu dari banyak sekali framework PHP. Sebenarnya Kohana adalah framework yang diturunkan dari Code Igniter, framework terpopuler di dunia dan diakui sebagai framework PHP yang memiliki kecepatan paling tinggi.

Sama seperti framework lainnya dan mengikuti framework orang tuanya, Kohana didesain untuk pengembangan dengan desain MVC (Modeller-Viewer-Controller). Perbedaannya dengan Code Igniter adalah Kohana sudah memiliki implementasi ORM (Object-Relational-Mapping) yakni langsung dapat memetakan sebuah class terhadap database. Pemetaan ini dipengaruhi oleh pengguna fitur ORM paling terkenal di dunia, Ruby on Rails dengan Active Recordsnya.

Sama halnya dengan Ruby on Rails, penggunaan ORM ditekankan pada Convention over Configuration, yakni pengembang harus mematuhi konvensi-konvensi dasar yang sudah ditetapkan oleh Kohana untuk dapat menggunakan ORM.

Dengan tetap mempertahankan kecepatan dari Code Igniter, Kohana memiliki beberapa kelebihan lain, yakni cascading resource structure. Model ini memudahkan pengembang untuk mengembangkan modul-modul pada Kohana. Selain itu, Kohana juga memiliki library dasar yang diambil dari Code Igniter.

Akan tetapi Kohana masih memiliki banyak kekurangan terlebih lagi karena masih banyak fitur-fitur dari Ruby on Rails yang belum diimplementasikan pada Kohana. Kekurangan lain adalah Kohana masih belum memiliki scaffolding terintegrasi sehingga agak sedikit merepotkan. Selain itu, sebagai framework yang sedang berkembang pesat, perkembangan ini tidak diikuti oleh dokumentasi yang up to date, karena banyak sekali penambahan fitur-fitur pada setiap versinya.

%d blogger menyukai ini: