Skip navigation

Tag Archives: ubuntu


As usual, I wrote this because I always forgot about this.

Lately I have installed some services in my development laptop such as `elasticsearch`. And some of these services got automatically started every time the laptop start.

So turns out I can just remove all of the symlinks of init scripts in the `/etc/rc?.d` directory.

More explanation can be read here.


I was just looking a good way to mount /tmp directory on AWS EC2 ephemeral storage automatically. Then I stumbled on this post. Nice method if you are using Ubuntu (or other distribution that uses Upstart).

# File /etc/init/mounted-mnt.conf

# mounted-mnt - Binds /tmp to /mnt/tmp

description     "Binds /tmp to /mnt/tmp"

start on mounted MOUNTPOINT=/mnt

task

script
    test -d /mnt/tmp || mkdir -m 1777 /mnt/tmp
    mount --bind /mnt/tmp /tmp
end script

And the good idea behind this, as told in the post, is

Some servers, like Apache/Passenger, might create important temporary files on /tmp. Once rc.local – the last in the boot sequence – ran they would get hidden and confuse the servers.


Beberapa hari yang lalu saya menginstall tools nVidia CUDA di komputer saya yang Ubuntu 10.10. Ternyata cara instalasinya sangat mudah. Ada di sini. Untuk yang di link itu CUDA yang diinstal adalah versi 3.2 untuk Ubuntu 10.4 64 bit, sedangkan saya menginstall CUDA versi terbaru 4.0.11 RC di Ubuntu 10.10.
Instalasinya mulus, tetapi masalah yang terjadi adalah tiba-tiba GUInya stuck di resolusi 640×480. Di setting Ubuntu dan nVidia Control Panelnya pun tidak bisa dinaikkan resolusinya. Ini bisa diperbaiki dengan mengedit konfigurasi X Window di /etc/X11/xorg.conf.


Titipan pengumuman

jrp


Hari ini lagi butuh paket software buat server Xubuntu gw yang di Divusi, tapi mau konek ke situs luar rada lama. Untungnya gw masih punya ISO DVD Repository Ubuntu yang versi Intrepid Ibex. Caranya gampang mau setting repository.

Pertama-tama kopi semua ISOnya ke sebuah folder, katakanlah “/tmp/iso”.

$sudo cp /path/ke/folder/ubuntu-8.10-repository-i386-1_contrib.iso /tmp/iso
$sudo cp /path/ke/folder/ubuntu-8.10-repository-i386-2_contrib.iso /tmp/iso
$sudo cp /path/ke/folder/ubuntu-8.10-repository-i386-3_contrib.iso /tmp/iso
$sudo cp /path/ke/folder/ubuntu-8.10-repository-i386-4_contrib.iso /tmp/iso
$sudo cp /path/ke/folder/ubuntu-8.10-repository-i386-5_contrib.iso /tmp/iso
$sudo cp /path/ke/folder/ubuntu-8.10-repository-i386-6_contrib.iso /tmp/iso

Kemudian buat sebuah folder tempat repositorynya, katakanlah di “/tmp/repo”

$sudo mkdir /tmp/repo/intrepid-1
$sudo mkdir /tmp/repo/intrepid-2
$sudo mkdir /tmp/repo/intrepid-3
$sudo mkdir /tmp/repo/intrepid-4
$sudo mkdir /tmp/repo/intrepid-5
$sudo mkdir /tmp/repo/intrepid-6

Lalu kita mount semua ISOnya ke folder-folder tersebut

$sudo mount -o loop -t iso9660 /tmp/iso/ubuntu-8.10-repository-i386-1_contrib.iso /tmp/repo/intrepid-1
$sudo mount -o loop -t iso9660 /tmp/iso/ubuntu-8.10-repository-i386-2_contrib.iso /tmp/repo/intrepid-2
$sudo mount -o loop -t iso9660 /tmp/iso/ubuntu-8.10-repository-i386-3_contrib.iso /tmp/repo/intrepid-3
$sudo mount -o loop -t iso9660 /tmp/iso/ubuntu-8.10-repository-i386-4_contrib.iso /tmp/repo/intrepid-4
$sudo mount -o loop -t iso9660 /tmp/iso/ubuntu-8.10-repository-i386-5_contrib.iso /tmp/repo/intrepid-5
$sudo mount -o loop -t iso9660 /tmp/iso/ubuntu-8.10-repository-i386-6_contrib.iso /tmp/repo/intrepid-6

Setelah itu kita edit file “/etc/apt/sources.list/”. Ditambahkan di paling akhir

deb file:///tmp/repo/intrepid-1 intrepid main restricted
deb file:///tmp/repo/intrepid-2 intrepid main multiverse restricted
deb file:///tmp/repo/intrepid-3 intrepid universe
deb file:///tmp/repo/intrepid-4 intrepid universe
deb file:///tmp/repo/intrepid-5 intrepid universe
deb file:///tmp/repo/intrepid-6 intrepid universe

Terakhir kita eksekusi

$sudo apt-get update

Jadi deh 🙂


Belakangan gw sering banget menggunakan Netbeans sebagai IDE utama untuk ngoding aplikasi dengan bahasa C. Penggunaan Netbeans C/C++ Development adalah salah satu fitur yang sangat menyenangkan bagi para programmer C/C++. Salah satu fitur yang menyenangkannya adalah kemudahan untuk mengkonfigurasi kode seperti penambahan library dan include folder.

Sebagai contoh kemudahannya adalah saat gw ingin menggunakan MySQL C API untuk aplikasi yang sedang gw kembangkan. Tahap-tahapnya adalah

  1. Instalasi libmysqlclient.
    Caranya sangat mudah. Untuk Ubuntu tinggal ketik pada terminal

    #sudo apt-get install libmysqlclient15-dev
  2. Include header mysql.
    Tinggal mengetikkan

    #include <mysql/mysql.h>
    

    Dapat dilihat fitur intellisense pada Netbeans langsung bekerja.

  3. Tambahkan library libmysql pada linker.
    Tanpa melakukan ini fungsi-fungsi yang akan digunakan tidak dapat dilink. Caranya adalah klik kanan pada project yang sedang dikerjakan, pilih Properties. Kemudian pilih menu Linker > Libraries. Pilih Add Library. Kemudian masukkan /usr/lib/libmysqlclient.a
  4. Setelah itu penulisan kode dapat dengan mudah dilakukan karena ada fitur intellisense.

    Dan pembangunnya juga dapat tinggal dilakukan dengan fungsi Build pada Netbeans.

Gampang jadinya ^_^

Referensi lebih lengkap mengenai fungsi-fungsi yang disediakan, ada pada dokumentasi resmi MySQL C API di sini


Got a very nice tutorial here

%d blogger menyukai ini: