Skip navigation

Tag Archives: UNIX


I was just looking a good way to mount /tmp directory on AWS EC2 ephemeral storage automatically. Then I stumbled on this post. Nice method if you are using Ubuntu (or other distribution that uses Upstart).

# File /etc/init/mounted-mnt.conf

# mounted-mnt - Binds /tmp to /mnt/tmp

description     "Binds /tmp to /mnt/tmp"

start on mounted MOUNTPOINT=/mnt

task

script
    test -d /mnt/tmp || mkdir -m 1777 /mnt/tmp
    mount --bind /mnt/tmp /tmp
end script

And the good idea behind this, as told in the post, is

Some servers, like Apache/Passenger, might create important temporary files on /tmp. Once rc.local – the last in the boot sequence – ran they would get hidden and confuse the servers.

Iklan

Salah satu hal yang menyebalkan dari GEdit adalah biasanya dia menaruh berkas-berkas sementara di direktor berkas yang sedang disunting. Berkas-berkas tersebut biasanya berakhiran karakter ‘~’. Untuk menghilangkan semua berkas cadangan yang ada di direktori kerja kita, cukup mengeksekusi perintah berikut.

find /path/to/folder -iname "*~" -exec rm '{}' ';'

Perintah di atas akan mencari semua berkas berakhiran ‘~’ dan langsung menghapusnya.


Berikut adalah materi Pengenalan UNIX Command yang saya berikan pada Pelatihan Nasional I Tim Olimpiade Komputer Indonesia tahun lalu. Materi ini diberikan agar para peserta dapat terbiasa dengan lingkungan pemrograman pada sistem operasi *NIX dan memanfaatkan perintah-perintah shell untuk membantu pemrograman.

Semoga berguna


Untuk pengguna Linux atau UNIX pasti familiar dengan penggunaan options pada aplikasi berbasis CLI (command line interface). CLI options atau CLI parameter adalah sebuah mekanisme untuk memasukkan variabel ke dalam aplikasi tersebut.
Contohnya untuk di Linux atau UNIX

t76010@server42411:~$ ls --help
Usage: ls [OPTION]... [FILE]...
List information about the FILEs (the current directory by default).
Sort entries alphabetically if none of -cftuvSUX nor --sort.

Mandatory arguments to long options are mandatory for short options too.
  -a, --all                  do not ignore entries starting with .
  -A, --almost-all           do not list implied . and ..
      --author               with -l, print the author of each file
  -b, --escape               print octal escapes for nongraphic characters
      --block-size=SIZE      use SIZE-byte blocks
  -B, --ignore-backups       do not list implied entries ending with ~
  -c                         with -lt: sort by, and show, ctime (time of last
                               modification of file status information)
                               with -l: show ctime and sort by name
                               otherwise: sort by ctime

Sedangkan di Windows pun ada format parameter yang berbeda (seringkali disebut switch) untuk command pada MS-DOS

Displays a list of files and subdirectories in a directory.

DIR [drive:][path][filename] [/A[[:]attributes]] [/B] [/C] [/D] [/L] [/N] [/O[[:]sortorder]] [/P] [/Q] [/S] [/T[[:]timefield]] [/W] [/X] [/4]
[drive:][path][filename]	Specifies drive, directory, and/or files to list.
attributes	

D  Directories                R  Read-only files
H  Hidden files               A  Files ready for archiving
S  System files               -  Prefix meaning not

/B	Uses bare format (no heading information or summary).
/C	Display the thousand separator in file sizes. This is the default. Use /-C to disable display of separator.
/D	Same as wide but files are list sorted by column.
/L	Uses lowercase.

Setiap bahasa pemrograman memiliki fitur parameter untuk memfasilitasi passing variabel ke dalam program. Akan tetapi umumnya bahasa tidak langsung menyediakan format passing variabel seperti di atas yakni melakukan passing variabel secara terstruktur.

Read More »


Di dalam UNIX Command, sering dipakai tanda “|”. Tanda “|” adalah pipe, maksudnya stdout dari sebuah program dapat menjadi stdin dari program yang lain. Di dalam C, fitur ini dapat diimplementasikan dengan fungsi pipe(). Di contoh yang ada pada spesifikasi tersebut hanya menangani antara 2 proses.

#include <stdlib .h>
#include <unistd .h>

int main(){
	int fildes[2];
	const int BSIZE = 100;
	char buf[BSIZE];
	ssize_t nbytes;
	int status;
	status = pipe(fildes);
	switch (fork()) {
	case -1: /* Handle error */
	    break;

	case 0:  /* Child - reads from pipe */
	    close(fildes[1]);                       /* Write end is unused */
	    nbytes = read(fildes[0], buf, BSIZE);   /* Get data from pipe */
	    /* At this point, a further read would see end of file ... */
	    close(fildes[0]);                       /* Finished with pipe */
	    exit(EXIT_SUCCESS);

	default:  /* Parent - writes to pipe */
	    close(fildes[0]);                       /* Read end is unused */
	    write(fildes[1], "Hello world\n", 12);  /* Write data on pipe */
	    close(fildes[1]);                       /* Child will see EOF */
	    exit(EXIT_SUCCESS);
	}
}

Fungsi pipe ini akan menyambungkan input dari sebuah filedescriptor menjadi output pada filedescriptor lain. Input/output ini dibaca dengan menggunakan fungsi read() dan write().

Read More »


File descriptor adalah sebuah abstraksi yang digunakan dalam pengaksesan file. Di dalam UNIX, file descriptor ini dilambangkan dalam sebuah integer. Untuk setiap proses, terdapat 3 file descriptor yang telah dimiliki.

  1. Standard input (stdin). Bernilai 0.
  2. Standard output (stdout). Bernilai 1.
  3. Standar error (stderr). Bernilai 2.

File descriptor ini merupakan index pada tabel yang dimiliki kernel untuk menunjukkan file yang dibuka pada proses-proses yang berjalan.

Read More »


Salah satu hal yang menarik saat kemarin kuliah IF4038 Pemrograman Sistem adalah tentang zombie process. Zombie process adalah sebuah proses pada sistem operasi yang telah menyelesaikan eksekusinya tetapi terdapat pada entry process.

Di dalam sistem operasi UNIX terdapat sebuah konsep parent process dan child process. Dengan menggunakan system call fork. Sebuah process dapat menciptakan sebuah process lain yang menduplikasikan seluruh image dari process tersebut.

/* fork1.c */
#include <stdio .h>
int main(int argc, char * argv[])
{
	fork();
	puts("Hello World!");
}

Read More »

%d blogger menyukai ini: